HIKMAH DI BALIK JILBAB

29 01 2009

Suatu hari, saya mendapat hadiah Galeno (makanan khas sunda), yang berbeda dari Galeno yang pernah saya kenal sebelumnya. Sambil membulak-balik bungkusan Galeno saya berpikir “Bagus sekali nih, keren banget, sepertinya enak sekali, pasti harganya mahal”, sebegitu seriusnya saya memikirkan Galeno yang dikemas unik itu, semula saya mengira kalau itu adalah OREO, namun setelah dibuka ternyata sama saja rasanya seperti galeno yang pernah saya kenal.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan Galeno itu, rasanya toh tetap saja sama, rasa Galeno, tapi yang membuat dia begitu mengagumkan bagi saya adalah bungkusnya. Pengemasannya yang menarik.

Sesuai dengan judul, bukan masalah galenonya yang menjadi sentral perhatian, akan tetapi apa yang membuat galeno itu menjadi terangkat, dari yang semula sebagai makanan kampung yang murah-meriah menjadi makanan mewah yang digemari masyarakat kota bahkan manca negara, Jika saja kita bisa memperlakukan semua makanan kita seperti apa yang dilakukan terhadap produk galeno tersebut, niscaya semua produk makanan kitapun akan mendapat tempat di hati konsumen, dan pada akhirnya anak-anak kitapun akan lebih senang makan ali agrem dari pada Dunkin Donuts, lebih suka makan colenak dari pada makanan impor lainnya.

Kembali ke judul jika dikaitkan dengan masalah ini, jadi ternyata begitulah Islam memberlakukan wanita, Islam menganjurkan para muslimah untuk berjilbab bukan untuk mengekang kaum perempuan, akan tetapi mengangkat mereka kepada tingkat yang lebih mulia. Apakah yang tidak berjilbab itu tidak mulia? Oh bukan begitu maksudnya. Seperti apa yang digambarkan diatas, untuk sementara anggaplah Jilbab itu sebagai kemasan dan label, mana yang lebih menarik perhatian kita Galeno dengan kemasan yang bagus, atau galeno yang biasa di hamparkan dipasar seperti yang kita kenal, bagi yang merasa banyak uang (golongan menengah ke atas / orang Borju) tentu yang pertama yang menjadi pilihannya, tapi bagi yang biasa-biasa saja golongan bawah karena pertimbangan uang kemungkinan akan memlilih yang kedua. jadi dalam hal wanitapun coba tanyakanlah kepada kaum laki-laki mana yang lebih menarik, antara perempuan yang buka-bukaan, atau perempuan yang berkemasan sempurna. Bagi laki-laki hidung belang tentu yang buka-buka itu lebih asyik karena bisa di colek dengan gratis, rambutnya bisa di belai, kulitnya yang halus bisa dielus-elus tanpa ada yang melarang, daripada yang kedua. Dan yang kedua yang dikemas dengan sempurna tentunya lebih mahal, mendekati saja mereka sungkan kecuali mereka yang benar-benar serius dengan dia, menginginkan dia bukan cuma sebatas hiasan mata, akan tetapi ingin memilikinya darahpun siap dijadikan taruhannya.
“Yang pentingkan hatinya, tidak perlu pakai Jilbab segala”.
“Lagian siapa yang tahu hati Anda, selain Anda dengan Allah SWT saja. Mungkin saja hati anda lebih buruk dari yang ku kira, siapa tahu?”
“Percuma ke atas berjilbab ke bawah, diumbar begitu saja.”
“Ya kalau tidak malu, silahkan… Bukankah dengan Jilbab itu anda berusaha memagari itu semua. Percuma juga pakai pagar besi kalau pintunya masih dibuka. Kalau toh masih kecurian berarti bukan salahkan pagar.”

Begitulah salah satu hikmah dari Jilbab, Hikmah yang lainnya adalah identitas (jati diri) bahwa kita adalah orang Islam, yang tentu saja berbeda dengan umat yang lainnya. Jika kita sudah merasa tidak percaya diri dengan keislaman kita, lalu apalagi yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan diri tipu daya mereka terutama dalam bisang budaya.

Sebenarnya masih banyak hikmah yang bisa kita raih dari setiap syareat yang kita tunaikan, hanya saja kita lebih sering membantahnya dengan berbagai alasan dan dalil yang bukan saja tidak bisa dipertangunggjawabkan bahkan dibuat-buat daripada merenungkannya, mencari hikmah dari setiap ketentuan Allah SWT yang sebenarnya ditujukan untuk kabaikan kita baik dunia maupun akhirat disadari atau tidak.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: